Manado – Jurusan Pendidikan Geografi dan Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Negeri Manado (Unima) melaksanakan kuliah lapangan mata kuliah Geografi Sosial Budaya di Museum Negeri Sulawesi Utara, Jumat (25/9/2026). Kegiatan ini mengangkat tema “Eksplorasi Geografi Budaya Sulawesi Utara melalui Warisan Budaya di Museum Negeri Sulawesi Utara.”
Kuliah lapangan ini diikuti mahasiswa Jurusan Pendidikan Geografi dan Program Studi Geografi bersama tim dosen pengampu mata kuliah, yaitu Dr. Erick Lobja, S.Pd., M.Si., Anindya Puspita Putri, S.S., M.Sc., Felix Rimba, S.Pd., M.Pd., dan Raudatul Jannah, S.Pd., M.Sc. Museum dipilih sebagai lokasi belajar karena menyimpan beragam koleksi yang merekam jejak kehidupan masyarakat Sulawesi Utara, mulai dari kekayaan etnografi, sejarah, hingga tradisi yang diwariskan lintas generasi.
Mahasiswa belajar langsung melalui pengamatan koleksi dan benda bersejarah di Museum Sulawesi Utara
Dalam kegiatan ini, mahasiswa diajak mengamati koleksi museum dengan sudut pandang geografi. Mereka mempelajari bagaimana kondisi lingkungan, letak wilayah, dan pola keruangan memengaruhi terbentuknya kebudayaan masyarakat, seperti sistem mata pencaharian, permukiman, kerajinan, pakaian adat, hingga peralatan tradisional dari berbagai sub-etnis di Sulawesi Utara. Pendekatan ini sejalan dengan kajian geografi sosial budaya, yang melihat kebudayaan bukan hanya sebagai produk sosial, tetapi juga sebagai hasil interaksi manusia dengan ruang dan lingkungannya. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa diharapkan mampu memahami hubungan antara budaya, ruang, dan identitas masyarakat secara lebih kontekstual.
Mahasiswa Prodi Geografi dan Pendidikan Geografi foto bersama di ruang koleksi Museum Negeri Sulut
Pendekatan ini sejalan dengan kajian geografi sosial budaya, yang melihat kebudayaan bukan hanya sebagai produk sosial, tetapi juga sebagai hasil interaksi manusia dengan ruang dan lingkungannya. Melalui pengamatan langsung, mahasiswa diharapkan mampu memahami hubungan antara budaya, ruang, dan identitas masyarakat secara lebih kontekstual.
Selain mengamati koleksi, mahasiswa melakukan pencatatan, dokumentasi, dan diskusi kelompok mengenai sebaran serta keragaman budaya di Sulawesi Utara. Kegiatan ini juga melatih keterampilan observasi lapangan, analisis, dan penyajian informasi, yang menjadi kompetensi penting bagi calon geograf maupun calon pendidik geografi.
Melalui kegiatan ini, Prodi Geografi dan Jurusan Pendidikan Geografi FISH Unima berharap mahasiswa tidak hanya memahami konsep geografi budaya secara teoretis, tetapi juga tumbuh rasa bangga, kepedulian, dan tanggung jawab dalam melestarikan warisan budaya daerah. Museum diharapkan dapat terus menjadi ruang belajar yang hidup bagi generasi muda.
